Skip to main content

Cerita Puisi _ Asa Cinta di Kepakan Sayap


Cerita puisi cinta ini merupakan puisi cinta keren yang di tulis dengan alur cerita intinya adalah, sebuah puisi yang dirangkai sedemikian rupa yang menjadi sebuah cerita tentang percintaan.

Saya pikir ini sebuah puisi yang unik karena beberapa puisi akan digabungkan menjadi satu,menciptakan alur cerita cinta.

Cek teman…! 

bagian 1
Kepakan Sayap Pembawa Kalimat [Surat Cinta]
oleh: hasbi Z


Dia berdiri di ujung seja
Menunggu suara kepakan sayap
Memandang jauh ke hamparan dunia
Menunggu suara kepakan sayap
Seolah tak lagi dengar suara dunia

Wajah sendu dengan asa
Hati sunyi rindu mendalam
Wajah sendu dengan asa
Tangislah yang meredam

Tolonglah datang membawa kalimat
Yang terasa lebih berharga dari berlian
Sampai senja pergi pun disapu gulita
Kepakan sayap mu belum jua tedengar.

Jendela masih terbuka
Namun siul angin
Hanya desir daun
Senyap dan sepi
Hanya suara malam pedesaan.

Kepakan sayap 
Kapan terdengar membawa kalimat
Kepakan sayap
Ragamupun bagiku obat
…………..

Wahai malam pembawa mimpi
Kabari aku tentang semua
Tentang gelisah tak mereda
Hingga pagi nanti aku terjaga

Tentang merpati
Yang tak memberi asa
Tentang tuannya yang kucinta
Kabari aku dalam mimpi nanti.

Seorang gadis sedang menunggu surat dari kekasih yang amat di cintainya. namun surat tak kunjung ia dapati.

jika sebelumnya merpati datang membawa surat, namun merpati tersebut tidak pernah datang lagi padanya…!

bagian 2
Cinta umpama Pelangi
oleh : hasbi Z


Jika aku pelangi
Terik akan hancurkan aku
Jika cinta itu pelangi
Maka di hancurkan oleh hujan

Pelangi bagaikan cintaku
Yang harus pergi tanpa ku tau
Dulu indah ragamu,temani ku
Tidak lagi saat ini karena
Kau telah pergi dari sisiku

Kenapa dengan rindu mu sayang
Kenapa kau rindukan aku
Yang membuat aku tidak tenang
Kau bacakah surat cintaku

Merpatiku terbang ke pedesaan
Merpatiku membawa suratku
Surat tentang rinduku, tentang.
Pertanyaan mengapa kamu pergi

Dan pelangi tidaklah hilang
Dia ada di tempat seharusnya
Tempat partikelnya bisa terurai
Dia akan muncul disana

Cinta ku adalah pelangi 
Kucari jalan dimana
Cintaku bisa kembali
Sealamanya di hidupku

Kau balaslah suratku
Agar pelangi kita bisa abadi
Pada cahaya yang tak pernah padam
Di percikan air yang tidak pernah habis
……………….
Bicaralah sayang tentang alasan kamu pergi

Pria yang harus di tinggal kekasihnya ,tanpa tau alasan gadis yang sangat di cintainya tersebut

dan si pria hanya bisa mengirimi kekasihnya surat tentang pertanyaan kenapa si gadis pergi meninggalkannya. 

Dan si pria tidak pernah menyerah terus mencari jalan keluar agar bis lagi bersama kekasihnya selamanya.

dengan cara mengirim surat yang melalui merpati ke daerah pedesaan dimana gadis tersebut berada.

bagian 3
Selamat Tinggal Tuan
oleh: Hasbi Z

 Awan hitam mengulung
Membawa petir disertai hujan
Membawa rasa takut 
Dan lalu lalang langit kini sepi

Siapa yang berani menerjang 
Kuasa tuhan atas alam
Atas kengerian dia ciptakan
Ketakuan atas bukti kuasa NYAKini aku hadang demi kesetiaan
Aku takut tuan hanya demi engkau
Demi surat cintamu aku rela tuan
Dan saat ini sayap kecilku tak lagi

Tidak sanggup lagi melawan
Beringasnya amarah alam
Dan aku sendiri
Dan aku akan pergi

Desa indah tempat tujuan
Dengan gadis cantikmu
Akan membelai lembut tubuhku
Dia sayangi aku karena kamu

Tapi aku tak sampai 
Sayapku tak tangguh
Tapi aku tak sampai 
Ragaku tak mampu

Maaf tuan surat cintamu
Berakhir disini
Maaf tuan aku akan mati
Semoga tuhan sampaikan 
Ucapan selamat tinggalku 
Dalam mimpi mu nanti…..!!!

Perjuangan merpati pengirim surat dan harus melawan ganasnya alam, yang harus ia perjuangkan demi kesetiaan kepada sang tuan..!


Bagaimana teman cukup menghiburkah..? semoga teman teman semua suka ya cerita puisi cinta tentang sespasang kekasih yang terpisah.

dan perjuangan seekor merpati yang bertugas mengirim surat cinta unutk tuannya ini…

Baca juga : Kumpulan Puisi

Terima kasih sudah membaca cerita puisi cinta ini teman….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *